Editor Downcodes mengetahui bahwa Cisco baru-baru ini merilis dua peralatan pusat data yang dioptimalkan untuk model kecerdasan buatan, yang bertujuan membantu perusahaan menangani beban kerja terkait AI dengan lebih efisien. Kedua produk yang dirilis kali ini adalah server seri UCS C885A M8 dan peralatan pusat data besar AI POD. Keduanya mencerminkan terobosan teknologi terkini Cisco di bidang perangkat keras AI dan memberikan dukungan perangkat keras yang kuat untuk aplikasi AI tingkat perusahaan. Langkah ini juga menandai langkah penting Cisco dalam persaingan pasar AI dan semakin memantapkan posisi kepemimpinannya di bidang pusat data.
Lini produk pertama yang baru diluncurkan adalah server seri UCS C885A M8. Server ini dapat mendukung hingga delapan unit pemrosesan grafis (GPU), memberikan kemampuan komputasi yang kuat kepada pengguna bisnis. Cisco menawarkan tiga opsi GPU untuk seri ini, termasuk H100 dan H200 dari Nvidia Corp., serta chip MI300X saingan AMD.
Selain itu, setiap kartu grafis pada seri UCS C885A M8 dilengkapi dengan pengontrol antarmuka jaringan (NIC) independen. Chip khusus ini dapat bertindak sebagai perantara antara server dan jaringan. Cisco menawarkan dua opsi Nvidia NIC, ConnectX-7 dan BlueField-3. Yang terakhir adalah solusi canggih yang disebut "super NIC" yang mempercepat tugas-tugas seperti enkripsi lalu lintas data.
Pada saat yang sama, Cisco mengintegrasikan chip BlueField-3 ke dalam server barunya, sebuah unit pemrosesan data (DPU) yang juga dibuat oleh Nvidia yang dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan penyimpanan terpasang dan infrastruktur jaringan. Menangani tugas komputasi yang tidak ditangani oleh chip khusus adalah unit pemrosesan pusat (CPU) AMD, dan pengguna dapat memilih antara CPU generasi kelima terbaru atau seri prosesor server 2022.
Selain server, Cisco juga meluncurkan empat perangkat pusat data berskala besar yang disebut AI POD. AI POD ini dapat menggabungkan hingga 16 kartu grafis Nvidia, peralatan jaringan, dan komponen pendukung lainnya, dan pelanggan dapat memilih untuk menambahkan penyimpanan dari NetApp atau Pure Storage. Dari segi perangkat lunak, AI POD dilengkapi dengan lisensi Nvidia AI Enterprise, yang berisi serangkaian model dan alat AI yang dikemas sebelumnya yang dapat digunakan perusahaan untuk melatih jaringan saraf mereka sendiri. Selain itu, terdapat kerangka kerja Nvidia Morpheus untuk membangun perangkat lunak keamanan siber berbasis AI, serta toolkit HPC-X untuk membantu mengoptimalkan jaringan cluster AI dan platform Red Hat OpenShift untuk menyederhanakan pembangunan dan penerapan aplikasi container.
“Pelanggan perusahaan berada di bawah tekanan untuk menerapkan beban kerja AI, terutama ketika alur kerja cerdas menjadi kenyataan dan AI mulai memecahkan masalah secara mandiri,” kata Jeetu Patel, chief product officer di Cisco. Dia menambahkan bahwa inovasi AI POD dan Server GPU Cisco meningkatkan keamanan, kepatuhan dan kemampuan pemrosesan untuk beban kerja ini.
Cisco berencana untuk mulai menerima pesanan AI POD bulan depan, dan seri server UCS C885A M8 tersedia untuk dipesan sekarang dan diharapkan mulai dikirimkan sebelum akhir tahun.
Secara keseluruhan, produk-produk baru yang dirilis oleh Cisco akan sangat mendorong pengembangan aplikasi AI tingkat perusahaan dan memberikan dukungan teknis yang kuat untuk transformasi digital perusahaan. Di masa depan, kami berharap Cisco menghadirkan lebih banyak inovasi di bidang AI.