Pendiri Midjourney, David Holz, memberikan wawasan unik tentang perkembangan AI di bidang seni di masa depan. Ia percaya bahwa AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan seniman, namun menjadi alat yang ampuh bagi seniman untuk menciptakan dan memperluas imajinasi dan kreativitas manusia. Artikel ini akan mempelajari bagaimana teknologi AI memberdayakan kreasi artistik dan bagaimana seniman dapat tetap kompetitif di era AI.
Pendiri Midjourney David Holz menunjukkan bahwa AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan seniman, tetapi untuk memperluas imajinasi manusia. Platform ini berkomitmen untuk membantu pengguna menghasilkan ide dan memberikan dukungan desain konseptual kepada pengguna profesional. Di masa depan, pasar akan mengejar konten yang lebih berkualitas, kreatif, dan beragam. Seniman harus memperhatikan penghormatan terhadap undang-undang hak cipta, sambil menggunakan teknologi AI secara rasional untuk meningkatkan efisiensi kreatif dan mencapai kombinasi organik antara seni dan teknologi.
Secara keseluruhan, teknologi AI telah membawa kemungkinan-kemungkinan baru dalam penciptaan karya seni. Seniman harus secara aktif menerima perubahan, belajar menggunakan alat AI untuk meningkatkan kemampuan kreatif mereka, dan berkembang melalui kolaborasi dengan teknologi untuk menciptakan karya seni yang lebih baik dengan tetap menghormati hak cipta. Ini akan menjadi tren penting dalam perkembangan seni rupa di masa depan.